Gelar Inklusi Keuangan, Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Edukasi Finansial Keluarga di TBM Lentera Pustaka Bogor

Vice President Corporate Governance AJTM, Ivan Harahap didampingi oleh Kepala  Program TBM Lentera Pustaka Bogor sedang membacakan buku pengetahuan kepada anak-anak Prasekolah di TBM Lentera Pustaka Bogor (07/10/2021)

BOGOR – Bertajuk “Edukasi Keuangan Keluarga”, Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) memberikan edukasi pentingnya perencaaan keuangan dan menabung DPLK di TBM Lentera Pustaka Bogor pada 7-8 Oktober 2021. Acara yang digelar sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021 ini diikuti 40 ibu-ibu dan 40 anak-anak pembaca aktif sekaligus menjadi bukti tanggung jawab sosial korporasi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Dihadiri Ivan Harahap, Vice President Corporate Governance AJTM dan tim Firdaus, Yahmin, Kuntoro, Nashrullah, Nadliah Habib, dan Ninda Agustin, Asuransi Jiwa Tugu Mandiri pun menggelar aktivitas CSR (Corporate Social Responsibility) berupa pembacaan buku pengetahuan ke anak-anak usia prasekolah, pengecatan tembok taman bacaan, dan donasi buku bacaan yang diterima langsung oleh Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Bogor.

 “Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan DPLK, AJTM punya tanggung jawab untuk melakukan edukasi masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan keluarga.Di samping berkomitmen untuk mendukung aktivitas TBM Lentera Pustaka sebagai realisasi CSR dan literasi keuangan. Maka kami memilih menggelar bulan inklusi keuangan ke taman bacaan sebagai wujud dukungan terhadap gerakan tradisi baca masyarakat” ujar Ivan Harahap saat acara penyerahan buku.

Lebih lanjut Ivan menjelaskan melalui kegiatan inklusi keuangan, masyarakat dan anak-anak diharapkan memiliki akses keuangan yang efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Di sisi lain, kegiatan CSR yang dilakukan AJTM pun bisa memberikan motivasi kepada taman bacaan dalam menjalankan gerakan tradisi baca dan budaya literasi kepada masyarakat di kampung-kampung

Selain tetap fokus dalam menjalankan bisnisnya, AJTM pun bertekad menjadikan taman bacaan sebagai sentra edukasi literasi dan inklusi keuangan bidang asuransi jiwa dan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) sebagai upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat sesuai mandat POJK No.76/POJK.05/2016 mengenai edukasi keuangan pada masyarakat Indonesia.

Melalui kegiatan inklusi keuangan, masyarakat dan anak-anak diharapkan memiliki akses keuangan yang efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran, dalam kesempatan ini, para ibu dan anak-anak pembaca aktif diajarkan akan pentingnya menggunakan keuangan keluarga berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan. Begitu pula, pentingnya menyiapkan keuangan di hari tua melalui tabungan DPLK sebagai upaya mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera. 

“TBM Lentera Pustaka berterima kasih atas aktivitas inklusi keuangan Asuransi Jiwa Tugu Mandiri kepada para ibu dan anak-anak di Desa Sukaluyu Bogor ini. Inilah kolaborasi nyata antara taman bacaan dan korporasi yang patut dicontoh. Selain memberi akses keuangan, acara ini pun sebagai dukungan kepada tradisi baca masyarakat. Saat ini pun TBM Lentera Pustaka merupakan satu-satunya taman bacaan di Bogor yang terpilih menyelenggarakan program “Kampung Literasi tahun 2021” dari Kemdikbudristek RI dan Forum TBM” kata Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka.

Syarif juga menjelaskan AJTM merupakan perusahaan asuransi jiwa dan DPLK yang mendukung TBM Lentera Pustaka selama 4 tahun berturut-turut. Atas kontribusinya, TBM Lentera Pustaka kini berkembang pesat dengan menjalankan 11 program literasi, antara lain: 1) TABA (Taman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya), 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia PAUD, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu sebagai koperasi simpan pinjam untuk mengatasi soal rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku) untuk menerima dan menyalurkan buku bacaan, 9) RABU (RAjin menaBUng) karena semua anak punya celengan, 10) LITDIG (LITerasi DIGital) seminggu sekali setiap anak, dan 11) LITFIN (LITerasi FINansial). Semua aktivitas itu dilakukan untuk menekan angka putus sekolah, memberantas buta aksara, dan membangun peradaban masyarakat yang literat.

Maka ke depan, AJ Tugu Mandiri pun bertekad menjadikan taman bacaan sebagai sentra edukasi asuransi jiwa dan DPLK. Untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, di samping memberi motivasi pada anak-anak untuk tetap gemar membaca di era digital.AJTM