Transformasi di Tengah Pandemi, Laba Bersih 2020 AJTM Naik Tajam

Transformasi di Tengah Pandemi, Laba Bersih 2020 AJTM Naik Tajam

Konferensi Pers AJTM : Jajaran Direksi AJTM (dari kiri ke kanan Yuzran Bustamar – Direktur, Haris Anwar-Direktur, Hanindio W. Hadi-Direktur Utama, Yennita-Direktur) dan didampingi VP Corporate Governance- Ivan Harahap memberikan pemamparan terkait Kinerja AJTM tahun 2020 yang positif berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp18,39 miliar (119% dari tahun 2019) kepada media saat konferensi pers di Ballroom Lt.12 kantor pusat AJTM Gedung Taman Parama Boutique Jl. Wahid Hasyim Jakarta Pusat, Jumat (11/6/2021).

Jakarta, 11 Juni 2021 – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan perlambatan ekonomi secara nasional maupun global, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) mampu mencapai kinerja cukup baik pada sisi keuangan dan operasional. Hal itu tercermin pada kenaikan laba bersih, aset perusahaan, dan tingkat kesehatan keuangan perusahaan.
Sepanjang 2020, AJTM berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp18,39 miliar, meningkat 119% dibanding 2019 yang sebesar Rp8,39 miliar. Sedangkan total asset meningkat 15% dari Rp1,7 triliun menjadi Rp1,96 triliun.“Keberhasilan itu tidak terlepas dari kebijakan dan strategi yang dilaksanakan dengan penuh komitmen oleh seluruh komponen perusahaan.” Ujar Direktur Utama AJTM Hanindio W. Hadi di Jakarta, Jumat (11/6/2021).


Hanindio menjelaskan, salah satu kebijakan manajemen perusahaan yang mulai berdampak positif adalah transformasi berkelanjutan yang dicanangkan sejak September 2020. “Transformasi itu mencakup tiga hal, yaitu Transformasi Sumber Daya Manusia (SDM), Produk (bisnis proses), dan Sistem yang terintegrasi,” Menurut dia, transformasi dilakukan dengan mengimplementasikan budaya kinerja yang produktif, optimalisasi produk melalui restrukturisasi product portfolio, serta perbaikan tata kelola dengan mengimplementasikan kendali IT System. “Meski baru dilakukan pada akhir kuartal ketiga, langkah-langkah itu telah memberikan hasil yang positif pada 2020.”


Pada 2020, AJTM juga mencatat adanya peningkatan yang sangat signifikan pada hasil underwriting. Dari semula negatif Rp11,69 miliar pada 2019, berbalik positif menjadi Rp97,48 miliar pada 2020. Peningkatan hasil underwriting ini merupakan buah dari kehati-hatian dalam proses underwriting dan penghentian penjualan untuk bisnis baru dari produk-produk yang dinilai tidak profitabel atau moratorium beberapa produk asuransi. Kedua langkah itu dibarengi dengan rebalancing portofolio dari produk yang ada.


“Semua produk yang tidak memenuhi hukum bilangan besar dan tidak memenuhi kriteria pada tata kelola yang berdampak pada bisnis yang sehat dihentikan dan/atau dilakukan restrukturisasi. Itulah kunci yang membuat kami survive pada 2020,” terang Hanindio. Dia menjelaskan, berbagai kebijakan dan strategi tersebut juga berdampak pada tingkat kesehatan keuangan AJTM, dengan Risk Based Capital (RBC) sekitar 101% pada 2019 menjadi 257% pada 2020. Sedangkan Rasio Kecukupan Investasi (RKI) meningkat dari 104% menjadi 111%. AJTM